Berita - Apa itu batu olahan?

"Batu budidaya"Batu budaya" telah menjadi fokus visual dalam industri dekorasi beberapa tahun terakhir. Dengan bentuk dan tekstur batu alam, batu budaya menghadirkan gaya alami batu, dengan kata lain, batu budaya adalah produk ulang dari batu alam. Hal ini dapat sepenuhnya menampilkan konotasi dan nilai artistik dari tekstur batu. Jika diterapkan pada penggunaan interior, batu budaya mencerminkan interaksi antara keindahan dan kepraktisan, serta meningkatkan suasana interior.

batu budaya 12i

Batu budaya adalah batu alam atau buatan dengan permukaan kasar dan ukuran kurang dari 400x400mm untuk penggunaan di dalam dan luar ruangan. Ukurannya yang kurang dari 400x400mm, dan permukaannya yang kasar, adalah dua karakteristik utamanya.

11i batu tebing
batu tebing 7i

Batu budaya sendiri tidak memiliki konotasi budaya tertentu. Namun, batu budaya memiliki tekstur kasar dan bentuk alami. Dapat dikatakan bahwa batu budaya merupakan cerminan mentalitas masyarakat yang kembali ke alam dan kesederhanaan dalam dekorasi interior. Mentalitas ini juga dapat dipahami sebagai semacam budaya hidup.

5I batu budaya abu-abu

Batu budaya alam adalah endapan batu yang ditambang di alam, di mana batu tulis, batu pasir, dan kuarsa diolah menjadi bahan bangunan dekoratif. Batu budaya alam memiliki material yang keras, warna yang cerah, tekstur yang kaya, dan beragam gaya. Keunggulannya meliputi ketahanan terhadap tekanan, ketahanan terhadap keausan, ketahanan terhadap api, ketahanan terhadap dingin, ketahanan terhadap korosi, dan penyerapan air yang rendah.

batu tebing 9i

Batu budaya buatan diolah dari silikon kalsium, gipsum, dan bahan lainnya. Batu ini meniru bentuk dan tekstur batu alam, serta memiliki karakteristik tekstur ringan, warna yang kaya, tidak berjamur, tidak mudah terbakar, dan mudah dipasang.

batu budaya buatan

Perbandingan antara batu budaya alami dan batu budaya buatan.

Ciri utama batu budaya alami adalah daya tahannya, tidak mudah kotor, dan dapat digosok berulang kali. Namun, efek dekoratifnya terbatas oleh tekstur asli batu tersebut. Kecuali batu persegi, konstruksi lainnya lebih sulit, bahkan saat menyambung. Keunggulan batu budaya buatan adalah dapat menciptakan warna sendiri. Bahkan jika Anda tidak menyukai warnanya saat membelinya, Anda dapat memproses ulang sendiri dengan cat seperti cat lateks.

Selain itu, sebagian besar batu budaya buatan dikemas dalam kotak, dan proporsi blok yang berbeda telah dialokasikan, yang lebih mudah dipasang. Namun, batu budaya buatan mudah kotor dan tidak mudah dibersihkan, dan beberapa batu budaya dipengaruhi oleh tingkat kualitas produsen dan jumlah cetakan, sehingga gayanya sangat tidak seragam.

3i dinding batu lempengan

Pemasangan batu buatan

Ada berbagai metode pemasangan untuk memasang batu budaya. Batu budaya alami dapat langsung diaplikasikan ke dinding, pertama-tama buat permukaan dinding kasar, kemudian basahi dengan air dan rekatkan dengan semen. Selain metode batu alam, batu budaya buatan juga dapat direkatkan. Pertama-tama gunakan papan berukuran 9 cm atau 12 cm sebagai alas, lalu langsung gunakan lem kaca.

7i dinding batu tepian

Beberapa catatan untuk batu budidaya

01

Batu budaya tidak cocok untuk penggunaan skala besar di dalam ruangan.

Secara umum, luas dinding yang dapat digunakan sebaiknya tidak melebihi 1/3 dari lebar dinding ruangan tempatnya berada. Dan tidak disarankan untuk memiliki dinding batu budaya di dalam ruangan terlalu sering.

02

Batu budaya tersebut dipasang di luar ruangan.

Sebaiknya hindari menggunakan batu seperti batu pasir, karena batu jenis ini mudah menyerap air. Meskipun permukaannya kedap air, paparan sinar matahari dan hujan mudah menyebabkan lapisan kedap air tersebut menua.

03

Pemasangan batu budaya di dalam ruangan dapat memilih warna yang serupa atau warna komplementer.

Namun, tidak disarankan untuk menggunakan warna yang ditekankan oleh kontras antara warna dingin dan hangat.

batu veneer 8i

Sebenarnya, batu budaya, seperti bahan dekoratif lainnya, harus diterapkan sesuai kebutuhan, dan tidak boleh digunakan secara sepihak hanya untuk mengejar tren, juga tidak boleh melawan tren dan mengabaikannya.


Waktu posting: 12 Agustus 2022